?

Log in

Previous Entry | Next Entry

[Fanfic] SPRING LOVE (Oneshoot)

Ini fanfic yang pertaaaaaamaaaa kali aku buat. Jadi bahasanya masih acakadul (walaupun sampe sekarang juga masih acakadul sih. hehe). So happy reading, minna (^0^)

Tittle : Spring Love
Author : Nishiyama Hime
Genre : Friendship, Romance
Rating : T
Cast : Yamada Ryosuke, Nakajima Yuto, Arioka Daiki, Yabu Kouta, Yaotome Hikaru, Nishiuchi Mariya, Shida Mirai

[Spring Love]
SPRING LOVE
Suatu pagi di musim semi..
 “Ohayou minna!” sapa seorang anak perempuan cantik berambut panjang kepada 2 anak laki-laki, teman sejak kecilnya.
“ohh.. Mariya.. Ohayou!” jawab anak laki-laki yang bertubuh tinggi yang juga sepupu Mariya.
“Ohayou..” jawab anak laki-laki satunya dengan senyum yang menawan.
 Mereka pun berangkat sekolah bersama-sama. Sesampainya di sekolah, mereka pun menuju kelas masing-masing. Yuto dan Ryosuke kelas A sedang Mariya B, walaupun tidak 1 kelas mereka selalu berangkat dan pulang bersama. Mereka sangat akrab, yaahh.. tentu saja karena mereka sudah menjadi sahabat sejak TK.
“eh.. yuto-kun,ryo-kun.. aku dengar kalian akan ada pertandingan sepak bola minggu depan, Dan kalian harus berlatih sepulang sekolah. ini aku buat kan makan siang untuk kalian” kata mariya sambil memberikan kantong berisi kotak makan dan sebuah botol air minum pada mereka.
“arigatou gozaimasu!” kata ryosuke dan yuto dengan mengembangkan senyum mereka.
“Un.. Ganbatte ne! Aku akan melihat kalian berlatih setelah rapat OSIS nanti” kata mariya sambil pergi menuju kelasnya.
Bel masuk pun berbunyi, para siswa ke kelas masing-masing dan pelajaran pun dimulai.
----------------------------------------------------------
                Pelajaran terakhir pun berakhir, para siswa segera pulang. Beberapa masih di sekolah karena ada kegiatan klub. Mariya pun pergi ke ruang OSIS dengan temannya, Mirai.
“Mariya, kali ini rapatnya membahas tentang festival sekolah kan? Apa kau sudah membawa daftar tema yang akan di pakai setiap kelas?” tanya Mirai
“ya, sudah.. kalau aku tidak membawanya. Aku bisa dimarahi habis-habisan sama kak yabu” jawab Mariya
“fyuh.. syukurlah.. ayo cepat! Rapatnya akan segera di mulai”
                Rapat pun di mulai, yabu bersama wakilnya hikaru memimpin rapat mengenai festival sekolah tersebut. Para anggota pun mengutarakan pendapat masing-masing. Dan sebagai sekretaris mariya mencatat pendapat-pendapat tersebut. Rapat pun usai, mariya dan mirai keluar dari ruangan.
“haaaaahhhh..... banyak sekali tugasku...” keluh Mariya
“iya... sama...” kata Mirai.
“sudah.. jangan mengeluh terus.. nanti malah tidak selesai tugasnya.. kita membutuhkan proposalnya segera, jadi tolong cepat selesaikan, ya” kata yabu menepuk bahu mariya sambil tersenyum.
“ya... benar.. festivalnya akan di adakan 2 minggu lagi kan..” tambah hikaru.
“yaaa.... kami akan berjuang....” kata mereka berdua dengan wajah yang merasa semakin terbebani mendengar kata-kata ketua dan wakil yang menjadi idola anak-anak perempuan di sekolah itu.
“kami duluan ya.. cepatlah pulang dan mengerjakan tugas kalian..” kata yabu dan hikaru sambil berjalan pulang.
“huuuhhh... menyebalkan sekali mereka itu.. kenapa harus kita yang mengerjakan ini semua.. kenapa tidak menyuruh kak inoo dan kak takaki mengerjakannya juga.. mereka kan juga sekretaris dan bendahara..” kata mariya kesal
“haaahhh... kalau itu sih pasti alasannya karena kita masih kelas 2 dan harus lebih banyak mendapatkan pengalaman agar nantinya bisa memimpin oSIS” kata mirai sambil menirukan gaya kak yabu dengan senyum mematikannya.
“Aaaahh.. menyebalkan! Haahhh... ya sudahlah, ayo kita pulang..” kata mariya
“eehhh.. bukannya katamu.. kamu mau melihat ryosuke dan yuto latihan?” kata mirai
“Aaaahhhh... yabai!! aku lupa! Mirai, apa kau mau ikut?” Kata mariya
“ehm.. baiklah.. aku juga mau lihat kak daiki, ah” kata mirai
                Mereka pun pergi ke lapangan sekolah.
“aahh.. itu mereka.. kyaaaaa... kak daiki keren sekali...” kata mirai
“eehhmm... mirai-chan... kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu pada kak daiki?” tanya mariya
Spontan wajah mirai memerah “eehhh.... aku... aku tidak berani mengatakannya”
“eeeehhhhh??? Kenapa begitu... kalau kau tidak cepat bisa keduluan perempuan lain loh..” kata mariya
“eehhhmmm... benar juga.. tapi.. oh iya.. bagaimana denganmu?” tanya mirai
“eeehhhhmmmm..” wajah mariya memerah “aahhh.. waktunya mereka istirahat.. ayo kesana!” kata mariya mengalihkan pembicaraan sambil berjalan menghampiri ryosuke dan yuto
“huh, dasar!” kata mirai sambil berjalan mengikuti mariya
“waahhh..permainan kalian bagus sekali..” kata mariya pada kedua sahabatnya yang sedang mengelap keriat mereka dengan handuk kecil
“yaaaahhhh... karena aku dan ryo akan menjadi bintang sepak bola dunia di masa depan.. ya kan ryo?” kata yuto sambil merangkul bahu ryosuke
“yaakkk.. betul sekali!” kata ryosuke dengan semangat
“oke!! Aku akan mendukung kalian.. berjuanglah!!” kata mariya ikut bersemangat
“hahahaha... kalian akrab sekali ya..” kata daiki sambil berjalan menghampiri mereka berempat
“eehh.. kak daiki..” kata mirai dengan wajahnya yang memerah
“kak daiki.. permainan kakak tadi juga bagus” kata mariya
“arigatou gozaimasu” kata daiki sambil tersenyum yang membuat wajah mirai memerah melihatnya
“aaahhh.... yabai! Bukuku ada yang ketinggalan di kelas.. ehm.. ryo-kun,yuto-kun tolong antarkan aku mengambilnya.. kak, aku pinjam mereka dulu ya..” kata mariya sambil menarik tangan kedua anak itu
“eehh.. tu..tunggu...” kata mirai pada mereka bertiga tapi mereka sudah pergi
“haah.. mereka benar-benar akrab ya..” kata kak daiki
“eh..eh.. i..iya..” kata mirai gugup
“oh iya, mirai-chan.. kamu bendahara OSIS kan? Kata hikaru, festival sekolah akan dilaksanakan 2 minggu lagi.. waah, pasti kau banyak tugas ya.. berjuanglah!” kata daiki sambil tersenyum dan membuat muka mirai tambah merah
“Um.. anoo... kak daiki.. ada sesuatu yang ingin kukatakan” kata mirai memberanikan diri
“eehh, ada apa? Apa itu mengenai sikap yabu,inoo,hikaru dan takaki yang semena-mena memberikan tugas pada kouhai nya? Hahaha.. mereka itu memang sadis.. kamu yang sabar ya.. punya senpai seperti mereka” kata daiki bercanda memecah suasana yang canggung itu
“eehhh.. bukan.. itu.. eehhmm.. anoo..” kata mirai makin gugup
“eh? Ada apa? Katakan saja..” kata daiki
“BERJUANGLAH KAK.. AKU AKAN MENDUKUNGMU!” kata mirai
“eehh... iya.. terimakasih.. aku akan berusaha! Mirai-chan juga ya!” kata daiki
“Un.. a.. aku pulang dulu ya kak” kata mirai masih gugup
“ah, tunggu dulu mirai-chan” kata daiki memegang tangan mirai
“bisa kah kau datang di pertandinganku?” kata daiki
“ahh.. i..iya.. bi..bisa..” kata mirai terbata-bata
“YATTAAAAA!!!!” teriak daiki sambil langsung memeluk mirai
“ka..kak.. daiki?” kata mirai kaget
“mirai-chan.. aku menyukaimu..” kata daiki pelan di telinga mirai
Mirai terkejut mendengar kata daiki dan langsung melepaskan diri dari pelukan daiki. Daiki diam menunggu respon dari mirai.
“anooo.. sebenarnya.. aku.. aku juga menyukai kak daiki..” kata mirai dengan muka merah padam
“arigatou gozaimasu, mirai-chan” kata daiki dan memeluk mirai lagi
“YAAATTTTTAAAAA!!!!” tiba-tiba terdengar suara mariya,yuto,dan ryosuke dari semak-semak
“eehhh... apa yang kalian lakukan di sana?!” tanya daiki terkejut dan langsung melepas pelukannya
“hehehe.. gomen ne” kata mariya
“hehehe.. akhirnya kau bisa melakukannya juga.. hehehe” kata ryosuke dan yuto
“dasar kalian ini....!!!” kata daiki mengejar mereka bertiga
                hari pertandingan pun tiba, mirai dan mariya datang untuk memberi semangat. Pertandingan pun di mulai.. para penonton menyemangati dengan antusias..
“mariya, sekarang giliranmu. Kau harus mengatakan perasaanmu pada ryosuke!” kata mirai membuat mariya terdiam
“eehhh.... tapi.. bisakah aku mengatakannya?” tanya mariya
“’kalau kau tidak cepat bisa keduluan perempuan lain loh’ begitu kan katamu padaku waktu itu?” kata mirai
Mariya mengambil nafas dalam dan menghembuskannya “baiklah! Sudah ku putuskan! Kalau mereka memenangkan pertandingan ini aku akan mengutarakan perasaanku!” kata mariya mantap
                pertandingan pun semakin seru. Mariya melihat dengan perasaan tak karuan. Karena kalau tim ryosuke memenangkan pertandingannya, dia akan menepati kata-katanya tadi. Akhirnya pertandingan pun usai dan tim ryosuke memenangkan pertandingan itu. Sekarang saatnya mariya menepati kata-katanya. Mariya dan mirai berjalan menemui ryosuke,yuto dan daiki.
“selamat ya... kalian memenangkan pertandingannya” kata mirai
“terimakasih... telah mendukung kami” kata daiki,yuto dan ryosuke
“hey!mariya.. kau kenapa? Kau tidak sehat ya?” tanya yuto pada sepupunya yang dari tadi diam saja
“eehh tidak.. aku tidak apa-apa.. ehm, ryo-kun.. bisa kita bicara sebentar?” kata mariya
“ehm, baiklah” kata ryosuke
                Mereka berdua berjalan menuju  belakang stadion
“ehhmm.. sebenarnya ada apa mariya?” tanya ryosuke
“anooo... ryo-kun... a.. aku.. sebenarnya... menyukaimu” kata mariya memberanikan diri
                Suasana pun menjadi hening.
“mariya.. gomen.. aku tidak bisa menjawab perasaanmu sekarang” kata ryosuke
                Sebelum mariya menjawab terdengar panggilan agar semua anggota tim berkumpul karena piala akan diberikan. Merekapun akhirnya kembali ke stadion. Piala diberikan, dan semuanya bergembira atas kemenangan tim sekolahnya. Seusai acara itu, mereka pun pulang bersama.
“hey,ryo! Kau kenapa? Kok daritadi kau hanya diam saja? Bicaralah sedikit.. kita kan sudah menang..” kata yuto dengan semangat merangkul bahu ryosuke
“ehh...aku tidak apa-apa.. iya..iya.. kita menang..” kata ryosuke sambil tersenyum pada sahabatnya itu
“anooo.. kita berpisah disini ya.. sampai jumpa besok!” kata mariya
“loh, kamu mau kemana mariya?” tanya mirai
“ehm, aku disuruh ibuku membeli sesuatu.. jaaa..” kata mariya sambil berjalan meninggalkan teman-temannya
                Mariya terus berjalan tak tentu arah tujuan, hatinya begitu hancur mendengar kata ryosuke tadi. Tiba-tiba air matanya sudah membasahi pipinya. Dia menangis, dia menangisi kebodohannya. Seandainya dia tidak menyukai ryosuke, dia tidak akan merasa sesakit ini.
                Keesokan harinya, seperti tidak seperti biasanya. Mariya tidak berangkat bersama yuto dan ryosuke. Dia berangkat lebih awal untuk menghindar dari mereka berdua. Dia tidak bisa bertemu dengan ryosuke, dia takut ryosuke membencinya gara-gara kejadian kemarin. Mariya terus, menghindari mereka. Sampai akhirnya, festival sekolah pun tiba. Semua sudah mempersiapkan segalanya. Mariya masih menghindar dari ryosuke dan yuto.
“mariya, sebenarnya kenapa sih? Seminggu ini dia benar-benar aneh!” tanya yuto pada ryosuke tapi ryosuke tidak menjawab
“hoy, ryo! Kenapa kau jadi ikut-ikutan aneh sih..” kata yuto lagi
“aahh, maaf aku sedang memikirkan sesuatu” jawab ryosuke
“eeeehhhh? Sudah..sudah.. jangan terlalu serius begitu.. ini kan festival sekolah.. ayo kita bersenang-senang!” kata yuto berjalan sambil menarik tangan ryosuke ke penjual takoyaki
                Yuto dan ryosuke menikmati festival sekolah berdua tanpa mariya. Akhirnya festival pun usai, para siswa bergotong royong membereskan semuanya. Sampai akhir acara mariya,yuto dan ryosuke menjadi seperti orang yang tidak saling kenal, mereka tidak menyapa sedikit pun. Mariya menjadi merasa bersalah, dia memutuskan untuk meminta maaf pada ryosuke. Dan keesokan harinya, mariya memberanikan diri untuk berangkat bersama yuto dan ryosuke.
“Ohayou, mi... loh dimana ryo-kun?” tanya mariya yang heran karena yuto tidak bersama ryosuke
“dia pindah” jawab yuto dengan muka sedih
“haahh?? Apa maksudmu?” tanya mariya tidak percaya
“dia pindah ke Inggris bersama keluarganya. Katanya ayahnya dipindahtugaskan ke Inggris. Maka dari itu mereka pindah dan ryosuke juga akan bersekolah di sana karena disuruh oleh ayahnya.” Kata yuto menjelaskan
“apa??? Tidak mungkin.. kenapa dia tidak berpamitan dulu pada kita pada teman-temannya?” tanya mariya sambil menangis.
Yuto memberikan surat yang ia dapat dari tetangga ryosuke pada mariya “itu dari dia” tambah yuto
Mariya membaca surat itu, air matanya semakin deras membasahi pipinya. Dia benar-benar merasa bersalah, ia merasa ryosuke membencinya dan sekarang dia tidak bisa meminta maaf pada ryosuke. Dia tidak mau memberitau yuto tentang perasaannya pada ryosuke. Dia takut, yuto juga akan membencinya. Dia begitu takut jika itu terjadi.
Beberapa tahun pun berlalu. Mariya dan yuto sudah lulus perguruan tinggi. Mereka menjadi sibuk dengan urusan masing-masing dan jadi jarang sekali bertemu. Mariya sangat merindukan kedua sahabatnya yang selalu bersamanya dulu. Dia rindu saat-saat dimana mereka bersenang-senang bersama. Suatu hari, mariya berjalan-jalan mengelilingi tempat-tempat dimana mereka bertiga selalu bersama dulu. Mulai dari jalan yang selalu dilewatinya saat berangkat sekolah dan semua tempat yang pernah dikunjunginya bersama kedua sahabatnya itu. Dia berharap dengan begitu rasa rindunya akan sedikit terobati. Akhirnya dia sampai di stadion dimana dia mengutarakan perasaannya pada ryosuke dulu. Rasa bersalah kembali muncul, dia mulai menangis lagi di stadion sepi itu. Tapi tiba-tiba, dari belakang ada seseorang yang menutup mata mariya dengan kedua tangannya. Mariya terkejut dan berusaha melepaskan tangan orang yang menutupi matanya itu.
“jangan menangis..” kata orang itu
Mariya terkejut mendengar suara orang itu, dia meraba tangan yang yang menutupi matanya “ryosuke-kun?” tanyanya ragu
Orang itu melepaskan tangannya. Mariya pun segera berbalik untuk melihat wajah orang itu. Betapa terkejutnya mariya saat melihat wajah orang yang sudah tidak asing baginya “ya.. ini aku” kata ryosuke sambil mengembangkan senyum manisnya yang tak berubah. Mariya langsung memeluk ryosuke.
“maaf..maafkan aku..” tanyanya sambil menangis.
 “kenapa kau tidak bilang dari dulu tentang perasaanmu itu?” tanya yuto yang tiba-tiba datang
“maaf, aku tidak bisa.. aku takut, kau akan membenciku.” Kata mariya
“dasar bodoh, apa yang kau pikirkan?! Aku tidak akan membencimu gara-gara hal seperti itu” kata yuto sambil menghapus air mata yang membasahi pipi mariya.
“mariya.. maaf telah membuatmu menunggu begitu lama.. sebenarnya aku juga menyukaimu” kata ryosuke
Mariya memeluk ryosuke lagi.
“yaaahhhh..... baiklah! Sekarang kita semua sudah berkumpul seperti dulu.. hey ryo! Sebagai hukuman karena kau tidak pamit pada kami saat kau pindah, kau harus meneraktir kami makan okonomiyaki!” kata yuto bersemangat
“dasar bodoh! Kenapa yang kau pikirkan hanya makanan saja?!” kata mariya memukul yuto
“hahahaha... baiklah!! Ayo kita makan okonomiyaki sepuasnya!!” kata ryosuke sambil merangkul sahabat dan pacarnya itu.
                Mereka pun berjalan ke kedai okonomiyaki dengan gembira. Mereka pun menjadi sahabat selamanya.. ups, ralat.. ryosuke dan mariya hidup bahagia dan bersahabat dengan yuto selamanya.

~~~~~THE END~~~~